Thursday , 23 October 2014
Breaking News
You are here: Home » Batam » Kelangkaan Elpiji 3 Kilo Bakal Berlanjut
Kelangkaan Elpiji 3 Kilo Bakal Berlanjut

Kelangkaan Elpiji 3 Kilo Bakal Berlanjut

Batam, batamdailynews.com- Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di Batam sepertinya akan berlanjut. Pasalnya, saat kebutuhan gas meningkat, kuota gas di Provinsi Kepri malah berkurang sekitar 1,17 persen dari kuota tahun lalu. Pemko Batam pun segera meminta tambahan kuota ke Dirjen Migas.
Kadisperindag dan ESDM Kota Batam Amsakar Achmad menyampaikan kuota elpiji 3 kilogram di Batam sebanyak 564.184 tabung per bulan atau 6.770.208 tahun 2012 lalu. Sementara tahun Tahun 2013, realisasai elpiji di Batam sudah mencapai  625.867 tabung.
Menurut Amsakar pengguna elpiji sebagian besar adalah pemilik usaha mikro seperti pecal lele dan sebagainya. Ia mengatakan pengusaha pecal lele bisa menghabiskan tiga tabung gas dalam sehari. Jumlah penduduk Kota Batam juga terus meningkat.
”Kuota sekarang ini belum proporsional dibandingkan pertumbuhan penduduk dan perkembangan usaha mikro di Batam. Setiap tahunnya angka pertumbuhan penduduk di Batam mencapai 8 persen,” Kata Amsakar.
Amsakar mengatakan salah satu jalan keluar untuk mengatasi kelangkaan elpiji ini adalah dengan menambah kuota. Selain itu perwako untuk mengatur pendistribusian elpiji ini juga harus dipercepat, karena kelangkaan ini kemungkinan besar terjadi karena adanya penyelewengan mulai dari tingkat Pertamina hingga ke pengguna.
”Ada sopir yang membawa elpiji ini tidak menjualnya ke agen, tetapi menjualnya ke orang tertentu yang bisa membeli dengan harga yang lebih mahal,” Katanya.
Selain itu ada juga indikasi banyaknya dugaan praktek penyulingan di Batam, ini terbukti dengan ditangkapnya beberapa usaha penyulingan elpiji. Ia mengatakan banyak tabung gas elpiji dipindahkan ke tabung 12 kilo yang dijual dengan harga yang lebih mahal.
Wali Kota Batam Ahmad Dahlan mengatakan dalam waktu dekat surat permintaan penambahan kuota akan dilayanngkan ke Dirjen Migas. Demikian dengan Perwako yang mengatur pendistribusian ini, tim hukum Pemko Batam sudah mulai menggodoknya.
Dahlan mengatakan Perwako ini sangat penting untuk mengatur pendistribusian mulai dari Pertamina ke agen, dari agen ke pangkalan, dan dari pangkalan ke pengguna. Perwako ini juga akan mengatur mengenai kenaikan harga di pangkalan-pangkalan yang melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET). ”Itu akan diatur, jadi tidak bisa lagi menaikkan harga diatas HET. Ini semua akan ditata terus,” Kata Dahlan.
Dalam Perwako ini nantinya setiap pangkalan wajib menandatangani tanda terima tabung dari agen. Semua ini akan dilaporkan ke Pertamina dan ke Pemko Batam. Dengan demikian, akan dipastikan tabung akan sampai ke tujuan. (bpos/btn)

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Scroll To Top